Jumat, 06 April 2012

ALHAMDULILLAH YA....

BARUSAN pulang dari ATM. Biasa, ambil duit buat bayar barang ke Oriflame. (Alhamdulillah di katalog April ini masih memperoleh banyak orderan dari para pelanggan). Alhamdulillah pula, rupanya transferan uang dari Oriflame telah masuk ke rekeningku. Bagi teman-teman yang kaya, jumlahnya mungkin tak seberapa. Hanya ratusan ribu rupiah. Tapi bagiku yang terbiasa tak berduit, jumlah segitu sudah sangat membantu untuk memutar roda kehidupan. Setidaknya untuk mengisi rekeningku agar tidak mati. 'Kan kalau rekening bank tak pernah diisi akan mati dengan sendirinya? Hehehehe....

Alhamdulillah, sekali lagi aku ucapkan Alhamdulillah dengan sepenuh jiwa. Walaupun secara materi belum mampu raup jutaan rupiah per bulannya, padahal sudah setahun lebih gabung, aku memperoleh banyak hal positif --kekayaan immaterial-- sejak jadi member Oriflame-d'BCNetwork November 2010 lalu. Bukankah itu juga patut disyukuri?

Sekali lagi kukatakan, aku sungguh "iri" pada Teti Umar (downline-nya Eka Satriana yang fenomenal itu). Mengapa iri? Sebab Teti hanya butuh 2 bulan saja untuk memperoleh transferan dengan angka jutaan rupiah dari Oriflame. Sekarang levelnya pasti sudah makin melejit deh. Woww, wajar saja kalau aku iri 'kan? Hehehehe.....

Tapi mestinya aku iri pula dengan kesediaan Teti untuk bekerja keras dalam meraih kesuksesan itu. No pain, no gain! Maka Alhamdulillah, dengan rencana dan cara kerja yang masih amburadul aku bisa raih ratusan ribu. Opss, ini bukan sebuah apologi, ya. Aku hanya mau menunjukkan bahwa sistem bisnis di Oriflame itu fair, adil. Orang yang join belakangan pun bisa "mengalahkan" orang yang join duluan. Upline pun bisa "dikalahkan" besaran bonus uangnya oleh downline. Sayangnya, aku adalah pihak yang kalah itu....:(

Baiklah. Insya Allah aku tak patah arang dengan kekalahanku. Mulai detik ini juga aku harus lebih fokus, lebih rajin, tidak boleh punya 1001 macam alasan untuk menutupi kemalasanku, dan tidak boleh menunda-nunda pekerjaan. Yup! Harus bekerja dengan sistematis! Tidak boleh sporadis dan amburadul lagi!

Hmmm, Alhamdulillah pagi ini aku tersadar akan "kesalahanku". Semoga ini bukanlah kesadaran sesaat belaka. Semoga kesadaran pagi ini akan menjadi sesuatu yang kelak di kemudian hari membuatku berkata, "Alhamdulillah, ya, ini sesuatu banget..." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar