Minggu, 15 Mei 2011

DUA KONTRADIKSI MALAM INI

KONTRADIKSI DUA

Ketika suami dan keponakan kembali sibuk dengan kalkulasi mereka, mataku kembali melototin TV. Tiba-tiba HP berdering. Ada SMS rupanya. Kubaca, eee... dari seseorang yang mau beli produk Oriflame. Yap! Ibunya teman sekolah anakku. Alhamdulillah, dapet orderan lagi.

Ahh!! Aku terhenyak, ingat sesuatu. Selaku konsultan Oriflame, akhir-akhir ini aku merasa makin pinter jualan. Hehehe... makin bersemangat gitu loh. Rasanya makin lihai aja aku merayu calon pelanggan. Apalagi didukung oleh katalog yang berkualitas internasional. Tampilannya pun elok sedap dipandang. Maka... here I'm!!! Bonus bulananku dari Oriflame justru masih kalah banyak dari laba hasil jualanku... hehehe...

Padahal duluuuuu banget, aku gak pernah berkeinginan jadi pedagang/penjual atau apalah namanya... pokoknya yang berbau-bau bisnis gitu. Aku ingat betul, cita-citaku waktu kecil hingga remaja ialah menjadi ahli bahasa dan penulis. Aku suka sastra dan bahasa; juga suka menulis-nulis apa pun. Kadang kala lolos pula tulisanku di media massa. Maka ketika ikut seleksi UMPTN aku ambil sastra Indonesia sebagai pilihan utama; pilihan keduanya sastra Asia Barat. Tak tebersit sedikit pun untuk memilih jurusan ekonomi...

Namun, hidup sungguh tak terduga. Hari ini aku sangat bersemangat menjalankan bisnis Oriflame. Rajiiiiin nian cari orderan sembari cari downline. Padahal di awal gabung, aku gak berniat jualan. Kupikir saat itu, aku akan bangun jaringan dengan cara rekrut dan rekruuutttt secara online saja; untuk TUPO 75 BP/poin, biarlah aku siasati dengan cara mengalihkan belanja bulanan. Eladalahhh... kok taunya seperti ini??? Aku lebih mahir jualan daripada rekrut orang rupanya. Hmmm, bukankah ini juga sebuah kontradiksi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar